Ketahui Perbedaan Botox dengan Filler Treatment

Botox dan Filler termasuk perawatan kecantikan yang tidak melibatkan operasi karena diberikan melalui suntikan. Sekilas, filler dan botox tampak mirip. Padahal keduanya memiliki sejumlah perbedaan baik dari sisi manfaat, ketahanan, efek samping, dan cara kerjanya. Kenali lebih dalam perbedaan antara keduanya agar tidak salah pilih perawatan.

Manfaat dan tujuan perawatan

Botox biasanya dipilih untuk mengatasi kerutan yang muncul akibat ekspresi wajah sehari-hari, seperti tersenyum, marah, dan mengernyit. Sementara itu, perawatan filler lebih condong untuk menambah volume pada bawah bibir, kantung mata bawah, pelipis, dan pipi yang berkurang volumenya akibat proses penuaan.

Prosedur tindakan

Cara kerja botox adalah mengurangi aktivitas saraf dalam otot dan menjadikannya lebih rileks. Hal ini akan membuat permukaan kulit jadi lebih halus dan kencang. Dalam prosedur ini, botox memanfaatkan protein dari bakteri Clostridium Botolinum yang dimasukkan ke dalam kulit melalui suntikan.

Kegunaan injeksi botox dalam bidang dermatologi pada prinsipnya ditujukan pada otot-otot ekspresi wajah. Kebanyakan otot-otot tersebut tidak berhubungan dengan tulang melainkan  berhubungan dengan jaringan lunak dan bekerja untuk menggerakan kulit wajah.

Umumnya, tidak ada efek samping jangka panjang atau yang membahayakan pada penggunaan botox di bidang dermatologi, karena terapi botox tidak berhubungan dengan efek klinis yang permanen. Botox cukup aman dan efektif pada penggunaan untuk terapi kerutan pada wajah.

Jika prosedur lain membutuhkan waktu berjam-jam. Pada suntik botox, kamu tidak membutuhkan waktu lama hanya beberapa menit saja. Biasanya dokter akan langsung  menyuntikan botox ke area yang mengalami kerutan.

perawatan Botox dianggap aman dan telah digunakan bertahun-tahun untuk perawatan neurologis dan optalmologis. Selain manfaat kecantikannya, Botulinum Toxin juga dapat digunakan untuk mengobati kondisi tertentu yang penyebab utamanya adalah kontraksi otot. Perawatan Botulinum Toxin dapat menghilangkan gejala dengan melemaskan otot.

Berbeda dengan filler yang cara kerjanya adalah mengisi jaringan lunak di bawah permukaan kulit untuk menambah volume pada bagian wajah tertentu. Bahan filler yang umumnya digunakan antara lain asam hialuronat dan kalsium hidroksilapatite. Semua bahan ini aman digunakan selama dikerjakan oleh dokter professional.

Baca Juga : Cara Mencegah Terjadinya Penuaan Dini Pada Kulit

Prosedur ini bekerja dengan mengisi daerah-daerah yang rentan mengalami kendur untuk mengembalikan volume dan kekencangan kulit wajah. Walaupun hal ini tidak memberikan hasil permanen, filler treatment memberikan cara yang lebih sederhana, aman, dan murah untuk tampak lebih muda.

Dalam terapi filler ada beberapa bagian wajah yang bisa difiller yaitu :

  • Hidung
  • Dagu
  • Bibir
  • Bawah mata
  • Garis senyum

Ketahanan

Hasil dari suntik botox dapat bertahan selama 6-8 bulan lamanya setelah perawatan. Maka itu, jika ingin mempertahankan hasilnya lebih lama, disarankan melakukan suntikan ulang sesuai anjuran dokter.
Sementara filler, hasilnya tergantung dari bahan yang digunakan. Namun biasanya memiliki daya tahan lebih lama dibanding botox, sekitar 8 bulan hingga 2 tahun. Walau begitu, filler tetap membutuhkan perawatan lanjutan untuk mempertahankan hasil lebih lama dan maksimal.

Review by : dr. Novi Arlism

Rp150.000

Perawatan untuk kulit berjerawat. Formula mengandung 15% konsentrat tea tree oil. * anti bakterial. *

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERHUBUNG KE CUSTOMER SERVICE KAMI